Bioflok : Solusi Kebutuhan Konsumsi Ikan di Kabupaten Toba
- S R
- 21 May, 2025
Fakta bahwa Kabupaten Toba hanya mampu penuhi 20% kebutuhan konsumsi ikan air tawar sangat memprihatinkan. Walau menjadi salah satu Kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba, Kabupaten Toba tak mampu penuhi kebutuhan kosumsi ikan air tawar sebesar 3 ton per hari.
Masalah tersebut dapat diselesaikan bila
Kabupaten Toba mampu menyediakan stok ikan diluar hasil tangkapan dari Danau
Toba. Bioflok jadi salah satu solusi budidaya ikan, khususnya untuk masyarakat
Toba yang mengaku tidak punya banyak lahan untuk budidaya ikan.
Yosua Tampubolon adalah salah satu
masyarakat yang beralih pekerjaan, dari karyawan perusahaan swasta ke usaha
budidaya ikan. Ia melihat potensi besar dari budidaya ikan menggunakan teknik
bioflok.
“Menurut saya ikan itu kebutuhan primer.
Terus juga, konsumsi ikan terutama ikan Nila di Kabupaten Toba ini sangat
tinggi bang. Belum lagi produksi ikan Nila ini di Kabupaten Toba masih termasuk
sedikit dan banyak juga keramba tutup yang membuat produksi ikan semakin
menurun.” Kata Yosua.
Alasan inilah yang membuatnya menggeluti usaha
bioflok sejak tahun 2022. Akan tetapi, ia menemui kendala di awal usahanya.
“Saya udah niat untuk budidaya ikan, tapi
terkendala di lahan dan sumber air bang. Jadi kita coba pelajari budidaya
bioflok, dan mulai diterapkan. Ternyata sistem bioflok menjawab masalah-masalah
saya itu” Ucapnya
Selain dapat dikelola di lahan yang sempit,
budidaya bioflok juga tidak memerlukan penggantian air secara berkala. Pakan
ikan yang digunakan Yosua juga semakin hemat, dan jumlah ikan yang dibudidaya
lebih banyak dibandingkan kolam tanah.
Hal ini disebabkan bioteknologi mikroba
yang digunakan dalam sistem bioflok. Mereka mengolah kotoran dan sisa makanan
ikan untuk menjadi protein yang dapat digunakan sebagai pakan tambahan bagi
ikan.
Peran listrik sangat krusial dalam budidaya
ikan dengan sistem bioflok.
“Kalau memang ada yang mau niat budidaya
bioflok, masih memikirkan konsumsi listrik 24 jam, mending mengurungkan niatnya
bang. Karena memang kita butuh suplay oksigen yang konstan untuk ikan kita.”
Ujar Yosua.
Dari usaha bioflok ini, Yosua mengaku mampu
meraup keuntungan sebesar 2.500.000 dari satu kolam budidaya biofloknya.
“Dari setiap ekor, kita bisa dapat untung
2500 per ekor. Jadi dari 1000 ekor ikan yang kita tebar di kolam, kita bisa
mendapat keuntungan rata rata 2.500.000 per kolam” Ungkap Yosua.
Meski harus mengeluarkan modal yang cukup besar, Yosua mengatakan hasil keuntungannya sepadan. Ia berharap, usahanya dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat Toba.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
